Ketika Kiyai Dipertuhankan

Rp50.000 Rp42.500

Banyak orang mengira bahwa perbuatan syirik kepada Allah hanya terjadi pada mereka yang menyembah pohon, berhala dan aneka benda lainnya. Padahal bukan sebatas itu pengejawantahan dari makna syirik. Masih banyak lagi yang lainnya, yang itu menunjukan bahwa begitu luasnya cakupan daripada makna menyekutukan Allah Yang Maha Esa. Seseorang yang lebih mengedepankan hawa nafsunya daripada syariat Allah, itu pun terkategorikan syirik. Sebagaimana Firman Allah swt. :
Pernahkah engkau memperhatikan orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya? Dan Allah dengan Ilmu-Nya membiarkannya, Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya, juga menutup atas penglihatannya, (Qs. Al-Jatsiyah: 23).
Termasuk juga seseorang bisa tenggelam pada kemusyrikan disebabkan perlakuan mereka terhadap tokoh-tokoh agamanya, sebagaimana yang terjadi pada orang-orang Yahudi dan Nasrani.
Firman Allah swt. di dalam, Mereka menjadikan ulama-ulama dan rahib-rahibnya sebagai sesembahan selain Allah, (Qs. At-Taubah: 31).
Begitulah Al-Qur’an mengabarkan, tentang apa yang terjadi dengan umat-umat terdahulu. Sebuah berita yang patut direnungkan dan dijadikan pelajaran. Sebab, bukan tidak mungkin kita pun akan mengalami nasib yang serupa sebagaimana yang menimpa mereka. Lalu, bagaimana sebetulnya perlakuan orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada tokoh-tokoh agamanya sehingga Allah menyebut mereka telah mempertuhankannya ?
Buku yang ada di tangan anda ini adalah sebuah karya tulis yang akan mengupas tuntas terkait hal itu. Tepat sekali kiranya apabila Buku ini dijadikan sebagai sumber rujukan bagi kita, guna membentengi keluarga dan umat ini agar mereka tidak terjebak pada kondisi penyembahan kepada selain Allah Yang Maha Esa. Selamat Membaca..

Stok 97

Informasi Tambahan

Berat0.225 kg
ISBN

978-602-7986-70-1

Penulis

Irkham Fahmi

Halaman

214

Ukuran

13,5 x 20,5 cm

Tahun Terbit

2019

Penerbit

Al Azhar Freshzone

Kategori

Tsaqofah